Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kontribusi sosial melalui penyelenggaraan sosialisasi Hibah Damas Pengabdian Masyarakat. Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (21/01) ini berhasil menarik perhatian para akademisi, terbukti dengan partisipasi aktif sebanyak 58 peserta. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal untuk membekali para dosen dalam menyusun program pengabdian yang berdampak luas bagi masyarakat.
Pertemuan ini menghadirkan Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. sebagai narasumber utama yang mengupas tuntas seluk-beluk hibah tahun ini. Dipandu oleh Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD., Ph.D. selaku moderator, sesi ini memaparkan secara detail mengenai berbagai skema hibah yang tersedia, besaran dana yang dialokasikan untuk setiap kategori, hingga syarat dan ketentuan teknis dalam pengajuan proposal. Penjelasan yang komprehensif ini diharapkan dapat meminimalisir kendala administratif yang sering dihadapi oleh para pengusul.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi tanya jawab, di mana diskusi berfokus pada hal-hal teknis pengajuan proposal dan strategi agar proposal dapat lolos kurasi serta memberikan manfaat nyata. Fokus utama dari materi yang disampaikan adalah memastikan bahwa setiap dosen memahami alur birokrasi dan standar kualitas yang ditetapkan oleh fakultas. Dengan informasi yang transparan mengenai pendanaan, para dosen diharapkan dapat lebih leluasa dalam merancang inovasi pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terkini.
Melalui sosialisasi ini, FK-KMK UGM berharap proses pengajuan proposal hibah akan menjadi lebih mudah, cepat, dan terarah. Semangat yang diusung bukan sekadar pemenuhan kewajiban tridarma perguruan tinggi, melainkan mendorong lahirnya program-program pengabdian masyarakat yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, dosen FK-KMK siap melangkah untuk memberikan solusi nyata bagi tantangan kesehatan di Indonesia.
Program Hibah Damas ini juga menjadi motor penggerak pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Secara spesifik, inisiatif ini mendukung SDGs poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui intervensi kesehatan di masyarakat, serta SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui hilirisasi ilmu pengetahuan dari meja akademik ke lapangan. Selain itu, kolaborasi yang tercipta melalui hibah ini sejalan dengan SDGs poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang memperkuat sinergi antara akademisi dan komunitas dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.