Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus berkomitmen mendampingi institusi pendidikan dalam mengintervensi isu kesehatan mental remaja secara kreatif dan tepat sasaran. Melalui skema Hibah Terintegrasi Dana Abdimas (Damas) FK-KMK UGM Tahun 2026, tim yang diketuai oleh Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ menjalankan program strategis bertajuk “Optimalisasi Kader Siswa sebagai Agen Sebaya dalam Pencegahan Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) melalui Art Terapi dan Dukungan Teman Sebaya di SMK Citra Medika Magelang”. Sebagai bagian dari akuntabilitas program, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) telah sukses dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat langsung di SMK Citra Medika Magelang.
Proses peninjauan lapangan yang dipimpin oleh Tim Monev FK-KMK UGM ini ditujukan untuk memantau efektivitas program pengabdian di tengah tingginya angka perilaku melukai diri sendiri tanpa niat bunuh diri atau NSSI yang menyentuh angka 45,6% di sekolah tersebut. Mengingat keterbatasan layanan kesehatan mental di lingkup sekolah, program intervensi ini menjadi sangat mendesak untuk dijalankan. Pada saat pelaksanaan monev, kegiatan pengabdian dikemas secara unik bertepatan dengan momentum class-meeting sekolah melalui penyelenggaraan Festival Kebudayaan Jepang. Pendekatan ini dipilih karena SMK Citra Medika Magelang memiliki jaringan kerja sama langsung dengan beberapa perusahaan dan rumah sakit di Jepang, sehingga festival ini dapat dioptimalisasikan sebagai wadah ekspresi budaya sekaligus art therapy yang menyenangkan bagi para siswa.
Melalui optimalisasi kader siswa sebagai agen sebaya berbasis art therapy, program ini diharapkan mampu memfasilitasi pelepasan emosi yang sehat, mendeteksi gangguan mental sejak dini, serta menurunkan perilaku NSSI secara signifikan di kalangan remaja. Keberhasilan pelaksanaan program ini didukung penuh oleh jejaring kolaborasi multiheliks dengan merangkul pakar dari Institut Seni Indonesia (ISI) untuk mengawal dimensi terapinya, serta menggandeng RS Tidar Magelang dan RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang untuk memastikan sistem rujukan dan penanganan klinis kesehatan mental tetap berjalan optimal di lapangan.
Atmosfer festival kebudayaan ini mendapat respons yang sangat luar biasa dari ekosistem sekolah. Tercatat seluruh siswa yang berjumlah 900 orang berpartisipasi aktif sebagai peserta selama masa class-meeting tersebut. Dengan melibatkan seluruh siswa, prinsip empowering (pemberdayaan) dapat berjalan secara merata, sehingga para siswa tidak hanya menikmati hiburan tetapi juga belajar membangun kepedulian antarteman sebaya (peer support) terhadap tanda-tanda stres psikologis.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan akses dan inovasi layanan kesehatan mental bagi kelompok usia remaja yang rentan. Kedua, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) karena menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan suportif bagi perkembangan psikologis siswa selama menempuh pendidikan. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat sinergi kokoh antara universitas, institusi pendidikan kejuruan, institut seni, serta rumah sakit daerah demi keberlanjutan dampak ketahanan kesehatan mental di masa depan.