• Academic Portal
  • Library
  • IT Center
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pengabdian
FK-KMK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Tentang Kami
    • Visi dan Misi
    • Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat
    • Standar Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM
  • Pelaporan Kegiatan
  • Layanan
    • Permohonan Surat Tugas dan Sertifikat Kegiatan
    • Survei Evaluasi Mitra Abdimas
    • Bantuan Dana KKN-PPM
  • Download
    • Peraturan Rektor UGM Nomor 28 Tahun 2024: Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Materi Pelatihan/Sosialisasi Abdimas
    • Modul & Manuskrip Hasil Abdimas
    • Video Hasil Abdimas
    • Luaran Bantuan Dana KKN-PPM FK-KMK
    • Frequently Asked Question
    • PowerPoint Template Pengabdian Masyarakat
  • HPU
    • Health Promoting University
    • Layanan Klinik “SEHATI” – HPU FK-KMK UGM
  • JCOEMPH
  • INAHEALTH
  • Beranda
  • 2026
  • FK-KMK UGM Dorong Pemberdayaan Kesehatan dan Ketangguhan Pengrajin Batik Giriloyo Melalui Kegiatan Abdimas Terintegrasi

FK-KMK UGM Dorong Pemberdayaan Kesehatan dan Ketangguhan Pengrajin Batik Giriloyo Melalui Kegiatan Abdimas Terintegrasi

  • 2026, Berita, Kegiatan, Monev Damas Abdimas 2026
  • 14 Juni 2026, 12.45
  • Oleh: pengabdian.fkkmk
  • 0

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja di sektor informal. Melalui skema Hibah Terintegrasi Dana Abdimas (Damas) FK-KMK UGM Tahun 2026, tim pengabdi yang diketuai oleh Dr. dr. Reny Setyowati, Sp.M menjalankan program bertajuk “Mata Sehat Terlindung, Tangan Kreatif Dan Mental Tangguh; Pemberdayaan Pengrajin Lokal”. Sebagai bagian dari akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) telah sukses dilaksanakan pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul.

Proses peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Tim Monev FK-KMK UGM untuk mengawal dan melihat secara dekat perkembangan capaian serta implementasi program nyata di masyarakat. Langkah intervensi kesehatan ini dinilai sangat krusial mengingat aktivitas membatik menuntut ketelitian tinggi dan ketajaman penglihatan dalam durasi waktu yang lama. Kondisi kerja yang repetitif dan menantang tersebut membuat para perajin lokal sangat rentan mengalami kelelahan mata, risiko cedera akibat percikan malam atau lilin panas, paparan debu, penggunaan bahan pewarna kimia, hingga keluhan neuromuskular atau persendian akibat posisi duduk yang statis.

Guna memitigasi berbagai risiko kerja tersebut, kegiatan abdimas ini hadir secara komprehensif melalui rangkaian penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan terpadu. Tim pengabdi memberikan edukasi mendalam mengenai perlindungan mata dari risiko trauma kornea, pengenalan dini gejala katarak, serta tata laksana pencegahan gangguan persendian. Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, program ini juga menyentuh aspek psikologis para pekerja melalui skrining kesehatan jiwa serta pelatihan manajemen stres dini demi mewujudkan ekosistem kerja yang sehat dan tangguh secara mental.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini tergolong sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 150 pengrajin batik terlibat aktif sebagai peserta dalam seluruh rangkaian pemeriksaan dan edukasi. Kehadiran para peserta ini menjadi representasi awal yang sangat baik bagi pergerakan sadar kesehatan kerja, mengingat kawasan Wukirsari memiliki potensi besar dengan total 643 pengrajin batik yang menjadi penggerak ekonomi lokal. Keberhasilan mobilisasi massa ini tidak lepas dari dukungan proaktif para tokoh kelompok batik di Kampung Giriloyo yang mendambakan adanya pendampingan kesehatan berkelanjutan bagi para anggotanya.

Sebagai rencana tindak lanjut ke depan, program pengabdian ini direkomendasikan untuk beralih skema pada tahun depan, baik menuju Skema Klaster maupun Human Socio. Transisi ini disarankan agar program dapat memperluas jangkauan kolaborasinya dengan berbagai departemen spesialis lain di FK-KMK UGM secara lintas disiplin (klaster), sekaligus memperkuat aspek human socio dalam mendukung pengembangan dan pelestarian industri batik di wilayah Wukirsari secara lebih holistik dan integratif.

Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pemenuhan akses pemeriksaan spesialis dan perlindungan kesehatan kerja bagi kelompok pekerja informal. Kedua, sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan kondusif bagi kelangsungan industri kreatif lokal. Terakhir, pengabdian ini mencerminkan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat terjalinnya sinergi yang harmonis antara akademisi, tim monitoring institusi, dan komunitas pengrajin lokal demi menjamin keberlanjutan dampak kesejahteraan di masa depan.

Tags: SDG 17 SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3 SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 8 SDG 8 Pekerjaan yang Layak

Berita Lainnya

  • Gandeng K5L dan Direktorat Aset UGM, Dr. Annisa Inisiasi Pengelolaan Limbah Kosmetik di Asrama Putri
  • Perkuat Ketahanan Bencana Desa, FK-KMK UGM Latih Kader Perempuan Gunungkidul lewat Program “SatuJantung”
  • Lewat Program SANTUN SENJA, FK-KMK UGM Berdayakan Kader Lansia Tawangmangu Manfaatkan Temulawak
  • Melalui Program “Jogja-GATEKAN”, FK-KMK UGM Latih 92 Nakes Puskesmas se-DIY untuk Skrining Kesehatan Mata Anak
  • Perluas Ruang Ekspresi WBP, FK-KMK UGM Gulirkan Intervensi Berbasis Seni di Lapas II A Wirogunan
Universitas Gadjah Mada

Kontak: (0274) 560300 ext 206

e-mail: pengabdian.fkkmk@ugm.ac.id

Instagram: pengabdianfkkmkugm

Alamat kantor: Gedung KPTU lantai 2, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY