Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus berkomitmen mengawal akselerasi penurunan angka stunting nasional melalui penguatan kapasitas lini terdepan di masyarakat. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026. Bertempat di Singkung Valley, Kulon Progo, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Dr. Supriyati, S.Sos, M.Kes selaku Tim Monev FK-KMK UGM guna memantau perkembangan program strategis yang diketuai oleh Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes.
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “KAGUM (Kader Gemati Ibu Hamil): Penguatan Kapasitas Kader dalam Konseling Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kapanewon Minggir”. Fokus pemantauan tim monev tertuju pada pelaksanaan agenda capacity building yang dirancang secara komprehensif melalui penyampaian 5 materi inti. Kelima materi tersebut meliputi rincian mengenai Antenatal Care (ANC) Terpadu, bedah mitos dan fakta seputar kehamilan, pengaruh anemia terhadap masa kehamilan, pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, hingga kiat serta praktik konseling mendalam yang dikhususkan bagi kader posyandu.
Jalannya program pengabdian ini mendapatkan respons yang luar biasa positif dari ekosistem mitra lokal. Sekitar 70 peserta kader hadir secara antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan interaktif ini. Keberhasilan program didukung penuh oleh kerja sama proaktif dari pihak Puskesmas Minggir. Puskesmas Minggir tidak hanya memfasilitasi kebutuhan tempat, tetapi juga berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan operasional serta berkomitmen kuat menyusun strategi agar program ini dapat berjalan secara mandiri dan sustain (berkelanjutan) di masa depan.
Kehadiran para pakar dan tim ahli dari FK-KMK UGM di lapangan memberikan kesempatan berharga bagi para kader untuk berdiskusi interaktif serta mengonfirmasi berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Bagi pihak puskesmas, kehadiran akademisi dinilai sangat membantu beban kerja penyuluhan, sementara bagi para kader, kesempatan pelatihan intensif ini dirasakan sebagai bentuk penghargaan (reward) moral yang tinggi atas dedikasi pengabdian mereka sebagai pendamping ibu hamil di tingkat kapanewon.
Sebagai rencana tindak lanjut, tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat diarahkan untuk mengawal fase implementasi secara langsung. Pendampingan berkala perlu terus dijalankan pada saat para kader mengaplikasikan ilmu konselingnya di posyandu-posyandu yang tersebar di wilayah kerja Kapanewon Minggir, demi memastikan kualitas penyuluhan berjalan konsisten.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pemenuhan akses edukasi kesehatan ibu dan pemotongan risiko malnutrisi sejak dalam kandungan. Kedua, sejalan dengan SDG 2 (Zero Hunger) dalam upaya mengakhiri segala bentuk kelaparan dan mencegah stunting pada balita. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat ketangguhan sinergi antara universitas, puskesmas pro-aktif, dan kader posyandu di akar rumput demi keberlanjutan dampak ketahanan kesehatan masyarakat.