Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh komitmennya dalam memperluas akses kesehatan mata anak berbasis layanan primer untuk mencegah gangguan penglihatan dan kebutaan sejak dini. Komitmen nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026. Berlokasi di Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) DIY, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Ema Madyaningrum, S.Kep., NS., M.Kes., PhD selaku Tim Monev FK-KMK UGM guna mengawal jalannya program strategis yang diketuai oleh Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Epi., Sp.M., Ph.D.
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Jogja – GATEKAN (Growing Accessible Targeted Eye-Care Network for Children)”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada penyelenggaraan “Workshop Skrining Kesehatan Mata” bagi tenaga kesehatan di tingkat layanan primer. Workshop ini merupakan bagian dari ekosistem pengabdian masyarakat terpadu yang diawali dengan rangkaian audiensi strategis bersama Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) untuk menyelaraskan peta kebutuhan kesehatan mata anak di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelaksanaan workshop ini berjalan dengan sangat sukses dan interaktif, melibatkan sebanyak 92 peserta yang merupakan perwakilan dokter dan perawat dari Puskesmas di seluruh wilayah DIY. Berdasarkan prinsip empowering (pemberdayaan), pelatihan ini membekali dokter dan perawat puskesmas dengan keterampilan klinis skrining mata dasar agar mampu menjadi garda terdepan deteksi dini kelainan refraksi pada anak. Keberhasilan program ini ditopang oleh sinergi multiheliks yang sangat kuat antara tim pengabdi FK-KMK UGM, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Selain itu, kelancaran program ini juga mendapat dukungan internasional dari OneSight sebagai mitra donor penyedia kacamata dari Singapura.
Dinas Kesehatan Provinsi DIY memberikan dukungan penuh dengan memfasilitasi serta mendorong partisipasi aktif seluruh nakes puskesmas. Menanggapi besarnya antusiasme dan tingginya permintaan cakupan program dari Dinkes DIY, tim pengabdi menerapkan strategi prioritas agar implementasi kegiatan tetap terfokus pada akar masalah utama sesuai ketersediaan sumber daya. Sebagai rencana tindak lanjut taktis pasca-monev, para tenaga kesehatan yang telah dilatih akan menerjunkan ilmunya secara langsung dalam aksi nyata skrining mata anak sekolah melalui agenda Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai sekolah sasaran, yang nantinya akan dievaluasi secara komprehensif bersama Dinas Kesehatan Provinsi DIY.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pencegahan gangguan penglihatan dini guna meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak. Kedua, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) karena penglihatan yang sehat merupakan syarat utama pendukung keberhasilan proses belajar anak di sekolah. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat ketangguhan kemitraan lintas organisasi profesi (PERDAMI & IROPIN), pemerintah daerah (Dinkes DIY), akademisi (UGM), serta donor internasional (OneSight Singapore).