Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menyelenggarakan Pelatihan Safety Campus – Basic Life Support (BLS) 2025 sebagai bagian dari komitmen membangun lingkungan kampus yang aman, tanggap, dan peduli terhadap kondisi kegawatdaruratan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 7–8 November 2025, dengan melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri atas tenaga kependidikan dari tiap departemen, perwakilan driver, cleaning service, serta beberapa dosen.
Pelatihan ini dilaksanakan atas kerja sama Tim Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Pokja Lingkungan Hidup Sehat, Aman, dan Ramah Penyandang Disabilitas, serta Health Promoting University (HPU). Kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab institusi dalam memastikan seluruh sivitas akademika memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat, baik yang bersifat medis maupun non-medis. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD), penggunaan alat Automated External Defibrillator (AED), serta penanggulangan kebakaran dasar (Basic Fire Fighting).
Pelatihan hari pertama dilaksanakan di Ruang Rapat 1.1 Gedung KPTU FK-KMK UGM, dibuka secara resmi oleh Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG, Subsp. Urogin-RE, yang mewakili Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat, serta Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Rangkaian materi disampaikan oleh berbagai narasumber ahli, antara lain dari Tim PK5L UGM, Sutono, S.Kp., MSc., MKep., Bayu Fandi Achmad, S.Kep., Ns., MKep., Ph.D., Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D., dan Happy Indah Kusumawati, S.Kep., Ns., MN.Sc. Topik yang dibahas meliputi kewaspadaan bencana, sistem penanggulangan gawat darurat terpadu di lingkungan kampus, serta penanganan kondisi medis seperti perdarahan, patah tulang, dan pertolongan pertama pada berbagai kasus.
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut di Skills Lab Gedung PSIK FK-KMK UGM dan Kantor Damkar UGM, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara langsung. Sesi praktik dipandu oleh Divisi Keperawatan Gawat Darurat dan Tim Damkar UGM, mencakup simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), penggunaan AED, serta pengoperasian alat pemadam api ringan (APAR). Dengan pendekatan hands-on training, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam situasi nyata di lingkungan kampus.
Pelatihan ini juga menjadi ajang refreshing bagi peserta yang pernah mengikuti pelatihan serupa, sekaligus memperkenalkan pembaruan terkait standar prosedur keselamatan dan penanggulangan darurat terkini. FK-KMK UGM menilai bahwa pelatihan semacam ini merupakan bagian integral dari upaya menciptakan Safety Campus yang berkelanjutan—di mana seluruh individu memiliki kesadaran dan kemampuan untuk bertindak cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Safety Campus – Basic Life Support 2025, FK-KMK UGM berharap dapat memperkuat budaya keselamatan di lingkungan akademik. Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini juga memperkokoh koordinasi antarunit dalam sistem penanganan darurat kampus. Melalui kolaborasi yang solid antara fakultas, PK5L, HPU, dan instansi pendukung lainnya, FK-KMK UGM terus berkomitmen menjadi kampus yang sehat, aman, dan tanggap bencana bagi seluruh sivitas akademika.