Pengabdian FK-KMK Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai Penerimaan Hibah Dana Masyarakat Pengabdian Masyarakat FK-KMK Tahun 2025. Kegiatan yang diadakan secara daring melalui platform Zoom meeting ini dilaksanakan pada dua tanggal berbeda, yaitu pada 7 dan 10 Februari 2025. Peserta yang tertarik dapat memilih salah satu tanggal yang sesuai dengan jadwal mereka. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terbagi dalam dua sesi, masing-masing pada tanggal tersebut.
SDG 11
Pada 9 September 2024, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan evaluasi monev (monitoring dan evaluasi) untuk hibah dana pengabdian masyarakat 2024 di Gedung Tahir, FK-KMK UGM. Acara ini bertujuan memberikan umpan balik kritis kepada penerima hibah yang telah menyelesaikan laporan sementara sebesar 70%, serta mendorong mereka yang belum memulai kegiatan untuk segera aktif.
Laporan sementara yang mencapai angka 70% adalah syarat penting untuk pencairan sisa dana sebesar 30%. Evaluasi menunjukkan bahwa beberapa laporan yang diajukan masih belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas laporan akhir dan memastikan bahwa seluruh program pengabdian masyarakat berjalan sesuai dengan rencana.
Academic Health System Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan RSA UGM untuk mendukung sektor pariwisata melalui program Pengabdian Masyarakat bertajuk “Pengembangan Komunitas Sadar Sehat Wisata” yang berlangsung di Sosromenduran, Gedongtengen, DIY pada 24 Juni 2024. Acara ini diadakan di Balai Pertemuan RW 02 dan melibatkan partisipasi warga serta pelaku UMKM di Kampung Wisata Sosromenduran. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan dan sosialisasi mengenai pengolahan limbah organik yang sudah terstandarisasi, serta implementasi metode Ekoenzim untuk pengolahan limbah organik yang telah diuji coba selama tiga bulan sebelumnya. Lebih dari 20 warga mengikuti acara ini dengan semangat tinggi terhadap metode Ekoenzim.
Permasalahan sampah menjadi salah satu isu utama lingkungan di banyak kota di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah dan masyarakat tengah berupaya keras untuk mengatasi tantangan ini. Berdasarkan hasil identifikasi, Sebagian besar dari total sampah yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga, sekitar 68%, adalah sampah organik yang kebanyakan berasal dari sisa-sisa bahanmakanan yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis seperti sampah kulit buah, sayuran, dan dedaunan. Kondisi ini seringkali mengakibatkan penumpukan sampah organik tanpa penanganan yang tepat sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan dan bahkan dapat menyebabkan penyebaran penyakit.