Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui REWANG (Relawan dan Warga Antisipasi Keracunan Pangan dan Peduli Gizi Seimbang) Guna Penguatan Kesehatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Dusun Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul”. Kegiatan yang diketuai oleh dr. Farida Nur Oktoviani ini dimonitor langsung oleh Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc., pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Balai Desa Sompok. Program ini merupakan bagian dari Hibah DAMAS Abdimas 2025 dengan skema Terintegrasi yang menggandeng mitra strategis dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pedukuhan setempat.
SDG 11
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya hidup sehat melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Inisiasi Kampung Sehat: Membangun Budaya Hidup Sehat Tanpa Minuman Berpemanis dalam Kemasan di Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta”. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., dengan monitoring dan evaluasi langsung oleh Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc., pada Rabu, 30 Juli 2025, di Kelurahan Demangan. Program ini merupakan bagian dari Hibah DAMAS Abdimas 2025 dengan skema Terintegrasi yang melibatkan kemitraan dengan Kelurahan Demangan dan Puskesmas Gondokusuman I serta partisipasi dari 12 RW.
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program pengabdian. Pada tahun 2025, kegiatan bertajuk “Penguatan Keamanan Pangan pada Tenaga Surveilans dan Kesehatan Lingkungan Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Penjamah Makanan sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan di Kabupaten Sleman dan Bantul” menjadi salah satu agenda penting Hibah DAMAS Abdimas dengan skema Terintegrasi. Kegiatan ini diketuai oleh dr. Risalia Reni Arisanti, M.P.H., dengan monitoring dan evaluasi oleh Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc. Monitoring dan evaluasi (Monev) dilaksanakan pada Selasa, 29 Juli 2025, bertempat di Koperasi ADIL, Bantul.
Pengabdian FK-KMK Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai Penerimaan Hibah Dana Masyarakat Pengabdian Masyarakat FK-KMK Tahun 2025. Kegiatan yang diadakan secara daring melalui platform Zoom meeting ini dilaksanakan pada dua tanggal berbeda, yaitu pada 7 dan 10 Februari 2025. Peserta yang tertarik dapat memilih salah satu tanggal yang sesuai dengan jadwal mereka. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terbagi dalam dua sesi, masing-masing pada tanggal tersebut.
Pada 9 September 2024, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan evaluasi monev (monitoring dan evaluasi) untuk hibah dana pengabdian masyarakat 2024 di Gedung Tahir, FK-KMK UGM. Acara ini bertujuan memberikan umpan balik kritis kepada penerima hibah yang telah menyelesaikan laporan sementara sebesar 70%, serta mendorong mereka yang belum memulai kegiatan untuk segera aktif.
Laporan sementara yang mencapai angka 70% adalah syarat penting untuk pencairan sisa dana sebesar 30%. Evaluasi menunjukkan bahwa beberapa laporan yang diajukan masih belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas laporan akhir dan memastikan bahwa seluruh program pengabdian masyarakat berjalan sesuai dengan rencana.
Academic Health System Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan RSA UGM untuk mendukung sektor pariwisata melalui program Pengabdian Masyarakat bertajuk “Pengembangan Komunitas Sadar Sehat Wisata” yang berlangsung di Sosromenduran, Gedongtengen, DIY pada 24 Juni 2024. Acara ini diadakan di Balai Pertemuan RW 02 dan melibatkan partisipasi warga serta pelaku UMKM di Kampung Wisata Sosromenduran. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan dan sosialisasi mengenai pengolahan limbah organik yang sudah terstandarisasi, serta implementasi metode Ekoenzim untuk pengolahan limbah organik yang telah diuji coba selama tiga bulan sebelumnya. Lebih dari 20 warga mengikuti acara ini dengan semangat tinggi terhadap metode Ekoenzim.
Permasalahan sampah menjadi salah satu isu utama lingkungan di banyak kota di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah dan masyarakat tengah berupaya keras untuk mengatasi tantangan ini. Berdasarkan hasil identifikasi, Sebagian besar dari total sampah yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga, sekitar 68%, adalah sampah organik yang kebanyakan berasal dari sisa-sisa bahanmakanan yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis seperti sampah kulit buah, sayuran, dan dedaunan. Kondisi ini seringkali mengakibatkan penumpukan sampah organik tanpa penanganan yang tepat sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan dan bahkan dapat menyebabkan penyebaran penyakit.