Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus berkomitmen mendampingi masyarakat dalam mewujudkan ketangguhan kesehatan di tingkat desa. Melalui skema Hibah Klaster Dana Abdimas FK-KMK UGM Tahun 2026, tim pengabdi yang diketuai oleh Azam David Saifullah, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D menjalankan program berkelanjutan bertajuk “Menuju Kader CERDAS (Cakap Edukasi & Resiliensi Desa untuk Aksi Sehat): Sebuah Penguatan Praktik Edukasi oleh Kader dan Menumbuhkan Resiliensi dan Regenerasi Kader di Dusun Kuningan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta”.
Sebagai bagian dari akuntabilitas pelaksanaan program, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) telah sukses dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Bertempat di Ruang U.2.5 A-B, Gedung Tahir Utara FK-KMK UGM, agenda peninjauan ini dipimpin langsung oleh Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep selaku Tim Monev FK-KMK UGM untuk melihat perkembangan capaian serta implementasi program di lapangan.
Kegiatan yang dimonitor pada tahapan ini adalah Focus Group Discussion (FGD) terkait Penentuan Materi untuk Implementasi Kader Lansia. Memasuki pelaksanaan tahun ketiga, program ini menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat baik. Para kader lansia binaan tampil secara aktif dan interaktif selama proses diskusi. Eksplorasi materi pada FGD kali ini difokuskan pada upaya membangun rasa percaya diri kader saat terjun langsung mengedukasi masyarakat, serta mempersiapkan mereka menuju tahap kemandirian dan proses penyapihan (weaning) program. Faktor utama yang mendukung keberhasilan program ini adalah tingginya keaktifan kader, karena bentuk kegiatan yang dirancang dinilai sangat relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Meskipun berjalan optimal, tim pengabdi mencatat adanya ruang perbaikan dalam hal koordinasi dan penguatan hubungan dengan pihak Puskesmas wilayah setempat yang perlu terus ditingkatkan. Sebagai rencana tindak lanjut, tim berkomitmen untuk segera membangun koordinasi yang lebih erat dengan Puskesmas guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang. Selain itu, langkah strategis berikutnya akan diarahkan pada pencarian kader pengganti untuk proses regenerasi, pelaksanaan sertifikasi kader, serta penyelenggaraan Festival Kader Lansia bersama masyarakat sasaran sebagai puncak dari rangkaian program.
Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis klaster ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kapasitas dan resiliensi kader lansia ini sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) dalam menjamin kehidupan yang sehat serta mendukung kesejahteraan bagi kelompok lansia di tingkat desa. Selain itu, pendekatan edukasi berkelanjutan dan persiapan regenerasi kader mencerminkan implementasi dari SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses pembelajaran sepanjang hayat bagi komunitas, serta mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dalam membangun pemukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan melalui kemandirian kader kesehatan lokal.