Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia). Melalui skema Hibah Terintegrasi Hibah Damas Abdimas FK-KMK UGM Tahun 2026, tim pengabdi yang diketuai oleh Dr. Heru Subekti, S.Kep., NS., MPH. menjalankan program bertajuk “Implementasi C.A.R.E. Program Berkelanjutan untuk Mewujudkan Lansia yang Aktif, Tangguh, dan Berdaya di Komunitas”.
Sebagai bagian dari akuntabilitas program, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) telah dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Kantor BKKBN DIY. Proses peninjauan ini dipimpin langsung oleh Dr. Supriyati, S.Sos, M.Kes selaku Tim Monev FK-KMK UGM untuk melihat secara langsung perkembangan capaian serta pelaksanaan program hibah damas di lapangan.
Program ini diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Sekolah Lansia dengan melibatkan peserta dari Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PL KB). Melalui prinsip empowering (pemberdayaan), para peserta ToT didorong untuk aktif mengoptimalkan berbagai sumber daya lokal yang tersedia. Strategi keberlanjutan program juga diperkuat dengan aktivasi fasilitator menggunakan sistem cross lokasi guna mendampingi Sekolah Lansia secara lebih luas dan merata.
Hingga tahap pelaksanaan monev ini, program telah menorehkan capaian yang signifikan. Tim pengabdi telah berhasil menyusun 8 modul siap pakai yang akan digunakan oleh para fasilitator di lapangan. Selain itu, dampak program ini meluas pesat melebihi target awal; dari yang semula direncanakan hanya di Kecamatan Kretek (Bantul), kini berkembang menjadi 5 kecamatan di dua kabupaten. Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Kretek, Pandak, dan Bantul di Kabupaten Bantul, serta Kecamatan Pengasih dan Kalibawang di Kabupaten Kulon Progo. Keberhasilan ekspansi ini didukung penuh oleh kolaborasi multiheliks, salah satunya kemitraan erat dengan organisasi Indonesia Ramah Lansia. Setelah tahapan ToT ini selesai, rencana tindak lanjut terdekat adalah fokus pada implementasi langsung oleh para fasilitator di lapangan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya mewujudkan lansia yang sehat, aktif, dan tangguh di komunitas. Kedua, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan Sekolah Lansia yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Terakhir, program ini mencerminkan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan melalui kolaborasi multiheliks yang solid antara akademisi, instansi pemerintah (BKKBN DIY), organisasi non-pemerintah (Indonesia Ramah Lansia), serta kader komunitas demi menjamin keberlangsungan program di masa depan.