Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh kontribusinya dalam mengawal derajat kesehatan generasi muda melalui penguatan ekosistem pendidikan di wilayah hilir. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026. Berlokasi di SMP Negeri 4 Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Sutono, S.Kp., MSc., M.Kep selaku Tim Monev FK-KMK UGM untuk memantau perkembangan program strategis yang diketuai oleh Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ners., M.Kes.
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Penguatan Kapasitas Guru Untuk Mewujudkan Kesehatan Remaja Sejak Dini di SLTP Kecamatan Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada pelaksanaan agenda diseminasi materi kesehatan remaja yang dirancang khusus untuk para pendidik tingkat sekolah menengah pertama. Kehadiran program intervensi ini dinilai sangat krusial agar para guru di sekolah memiliki sensitivitas klinis, pengetahuan yang terstandar, serta kesiapan mental dalam mengenali, mendeteksi, sekaligus merespons berbagai dinamika perubahan kesehatan fisik dan psikologis anak didik mereka di masa transisi remaja.
Jalannya program pengabdian ini mendapatkan respons yang luar biasa positif dan diikuti secara komprehensif oleh perwakilan dari 7 sekolah SLTP yang tersebar di wilayah Kapanewon Samigaluh. Untuk memastikan kedalaman serapan informasi, masing-masing sekolah mendelegasikan 5 orang guru sebagai agen penggerak di institusinya, sehingga total peserta yang terlibat aktif dalam diskusi luring ini berjalan sesuai dengan target pemetaan tim pengabdi. Keberhasilan mobilisasi dan pelaksanaan agenda ini didukung penuh oleh adanya komitmen sinergi dan support regulasi dari jajaran Dinas Pendidikan wilayah setempat.
Melalui penerapan prinsip empowering (pemberdayaan) yang melekat pada pelatihan ini, para guru kini telah ditingkatkan kapasitasnya untuk menjadi konselor internal pertama di lingkungan sekolah. Sebagai rencana tindak lanjut yang disusun pasca-monev, tim pengabdi diarahkan untuk mengawal aktivitas para guru pasca-pelatihan guna memantau efektivitas penerapan ilmu di sekolah masing-masing. Selain itu, melihat besarnya potensi keberlanjutan program, tim merekomendasikan pengembangan perluasan kegiatan pada tahun berikutnya dengan menyasar subjek remaja atau siswa secara langsung agar tercipta rantai promosi kesehatan yang holistik.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pemenuhan akses edukasi promosi kesehatan reproduksi dan mental bagi kelompok usia remaja yang rentan. Kedua, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) karena ikut meningkatkan kompetensi pedagogis para guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan ramah anak. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat ketangguhan sinergi antara universitas, Dinas Pendidikan wilayah, serta jajaran sekolah menengah di akar rumput.