• Academic Portal
  • Library
  • IT Center
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pengabdian
FK-KMK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Tentang Kami
    • Visi dan Misi
    • Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat
    • Standar Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM
  • Pelaporan Kegiatan
  • Layanan
    • Permohonan Surat Tugas dan Sertifikat Kegiatan
    • Survei Evaluasi Mitra Abdimas
    • Bantuan Dana KKN-PPM
  • Download
    • Peraturan Rektor UGM Nomor 28 Tahun 2024: Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Materi Pelatihan/Sosialisasi Abdimas
    • Modul & Manuskrip Hasil Abdimas
    • Video Hasil Abdimas
    • Luaran Bantuan Dana KKN-PPM FK-KMK
    • Frequently Asked Question
    • PowerPoint Template Pengabdian Masyarakat
  • HPU
    • Health Promoting University
    • Layanan Klinik “SEHATI” – HPU FK-KMK UGM
  • JCOEMPH
  • INAHEALTH
  • Beranda
  • 2026
  • Siapkan Pendidik Tanggap Kesehatan Remaja, FK-KMK UGM Gelar Diseminasi bagi Guru SLTP di Kapanewon Samigaluh

Siapkan Pendidik Tanggap Kesehatan Remaja, FK-KMK UGM Gelar Diseminasi bagi Guru SLTP di Kapanewon Samigaluh

  • 2026, Berita, Kegiatan, Monev Damas Abdimas 2026
  • 9 Juli 2026, 09.31
  • Oleh: pengabdian.fkkmk
  • 0

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh kontribusinya dalam mengawal derajat kesehatan generasi muda melalui penguatan ekosistem pendidikan di wilayah hilir. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026. Berlokasi di SMP Negeri 4 Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Sutono, S.Kp., MSc., M.Kep selaku Tim Monev FK-KMK UGM untuk memantau perkembangan program strategis yang diketuai oleh Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ners., M.Kes.

Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Penguatan Kapasitas Guru Untuk Mewujudkan Kesehatan Remaja Sejak Dini di SLTP Kecamatan Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada pelaksanaan agenda diseminasi materi kesehatan remaja yang dirancang khusus untuk para pendidik tingkat sekolah menengah pertama. Kehadiran program intervensi ini dinilai sangat krusial agar para guru di sekolah memiliki sensitivitas klinis, pengetahuan yang terstandar, serta kesiapan mental dalam mengenali, mendeteksi, sekaligus merespons berbagai dinamika perubahan kesehatan fisik dan psikologis anak didik mereka di masa transisi remaja.

Jalannya program pengabdian ini mendapatkan respons yang luar biasa positif dan diikuti secara komprehensif oleh perwakilan dari 7 sekolah SLTP yang tersebar di wilayah Kapanewon Samigaluh. Untuk memastikan kedalaman serapan informasi, masing-masing sekolah mendelegasikan 5 orang guru sebagai agen penggerak di institusinya, sehingga total peserta yang terlibat aktif dalam diskusi luring ini berjalan sesuai dengan target pemetaan tim pengabdi. Keberhasilan mobilisasi dan pelaksanaan agenda ini didukung penuh oleh adanya komitmen sinergi dan support regulasi dari jajaran Dinas Pendidikan wilayah setempat.

Melalui penerapan prinsip empowering (pemberdayaan) yang melekat pada pelatihan ini, para guru kini telah ditingkatkan kapasitasnya untuk menjadi konselor internal pertama di lingkungan sekolah. Sebagai rencana tindak lanjut yang disusun pasca-monev, tim pengabdi diarahkan untuk mengawal aktivitas para guru pasca-pelatihan guna memantau efektivitas penerapan ilmu di sekolah masing-masing. Selain itu, melihat besarnya potensi keberlanjutan program, tim merekomendasikan pengembangan perluasan kegiatan pada tahun berikutnya dengan menyasar subjek remaja atau siswa secara langsung agar tercipta rantai promosi kesehatan yang holistik.

Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pemenuhan akses edukasi promosi kesehatan reproduksi dan mental bagi kelompok usia remaja yang rentan. Kedua, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) karena ikut meningkatkan kompetensi pedagogis para guru dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan ramah anak. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat ketangguhan sinergi antara universitas, Dinas Pendidikan wilayah, serta jajaran sekolah menengah di akar rumput.

Tags: SDG 17 SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3 SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4 SDG 4 Pendidikan Berkualitas

Berita Lainnya

  • Targetkan Bebas Kasus Bibir Sumbing di Sleman, FK-KMK UGM Gandeng RSUD Sleman Gelar Edukasi Kader Kesehatan
  • Cetak 50 Kader Santri Sehat, FK-KMK UGM Gulirkan Program Penguatan PHBS di Ponpes Assalafiyyah Mlangi II
  • Siapkan Pendidik Tanggap Kesehatan Remaja, FK-KMK UGM Gelar Diseminasi bagi Guru SLTP di Kapanewon Samigaluh
  • Gandeng BRIN Olah Tempe dan Pisang, FK-KMK UGM Perkuat Program Gizi Berbasis Pangan Lokal di Paliyan
  • Tekan Stigma Kesehatan Mental di Pesantren, FK-KMK UGM Laksanakan Program “Health Promoting School” di Ponpes Abi Ummi Boyolali
Universitas Gadjah Mada

Kontak: (0274) 560300 ext 206

e-mail: pengabdian.fkkmk@ugm.ac.id

Instagram: pengabdianfkkmkugm

Alamat kantor: Gedung KPTU lantai 2, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY