• Academic Portal
  • Library
  • IT Center
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pengabdian
FK-KMK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Tentang Kami
    • Visi dan Misi
    • Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat
    • Standar Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM
  • Pelaporan Kegiatan
  • Layanan
    • Permohonan Surat Tugas dan Sertifikat Kegiatan
    • Survei Evaluasi Mitra Abdimas
    • Bantuan Dana KKN-PPM
  • Download
    • Peraturan Rektor UGM Nomor 28 Tahun 2024: Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Materi Pelatihan/Sosialisasi Abdimas
    • Modul & Manuskrip Hasil Abdimas
    • Video Hasil Abdimas
    • Luaran Bantuan Dana KKN-PPM FK-KMK
    • Frequently Asked Question
    • PowerPoint Template Pengabdian Masyarakat
  • HPU
    • Health Promoting University
    • Layanan Klinik “SEHATI” – HPU FK-KMK UGM
  • JCOEMPH
  • INAHEALTH
  • Beranda
  • 2026
  • Atasi Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor, FK-KMK UGM Berdayakan 40 Kader di Selopamiro Bantul

Atasi Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor, FK-KMK UGM Berdayakan 40 Kader di Selopamiro Bantul

  • 2026, Berita, Kegiatan, Monev Damas Abdimas 2026
  • 19 Juli 2026, 15.20
  • Oleh: pengabdian.fkkmk
  • 0

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh akselerasi nyata dalam menekan angka stunting nasional melalui penguatan kapasitas lini terdepan posyandu. Komitmen ini dibuktikan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026. Berlokasi di Kantor Kelurahan Selopamiro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Sutono, S.Kp., MSc., M.Kep selaku Tim Monev FK-KMK UGM untuk mengawal keberlanjutan program strategis yang diketuai oleh dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A. (K).

Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Upaya Penanganan Kasus Stunting Di Wilayah Desa Selopamiro Imogiri Bantul Melalui Kolaborasi Lintas Sektor”. Fokus pemantauan tim monev tertuju pada komprehensifnya implementasi hibah di lapangan. Rangkaian kegiatan diawali dengan diseminasi materi teoritis terkait stunting yang menggunakan media buku ajar modul khusus, lalu dilanjutkan dengan sesi hands-on (praktik langsung) bagi para kader, pelaksanaan pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan fisik pada anak-anak stunting, hingga simulasi praktik lapangan para kader kepada sasaran secara langsung.

Pelaksanaan program ini berjalan dengan sukses dan mendapat respons yang luar biasa dari ekosistem kelurahan. Sebanyak 40 kader dari Kelurahan Selopamiro terlibat penuh dan sangat aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan deteksi klinis. Dari aspek pemberdayaan (empowering), program ini berhasil membangun support system yang kokoh berkat sinergi multiheliks yang harmonis antara tim pengabdi UGM, mitra pemerintah desa, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul melalui Puskesmas Imogiri 2. Ketepatan pemilihan wilayah sasaran dan besarnya dukungan lokal menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program ini.

Guna menjaga nafas keberlanjutan program (sustainability), tim pengabdi telah memetakan potensi pengembangan strategis untuk fase berikutnya. Langkah ke depan direncanakan akan bergeser pada intervensi hulu berupa peningkatan ketahanan pangan keluarga dengan menggandeng mitra dari sektor kehutanan (KH). Sebagai rencana tindak lanjut taktis terdekat pasca-monev lapangan ini, tim pelaksana bersama jajaran mitra akan menyelenggarakan agenda evaluasi berkala secara daring yang dijadwalkan melalui Zoom Meeting demi memantau perkembangan status gizi anak-anak sasaran secara berkelanjutan.

Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 2 (Zero Hunger) melalui komitmen penuntasan malnutrisi dan pemutusan rantai stunting pada balita. Kedua, sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) karena menjamin akses pemeriksaan kesehatan fisik dan laboratorium anak di tingkat desa. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat kekuatan kemitraan lintas sektor antara institusi akademisi tinggi, puskesmas daerah, perangkat kelurahan, hingga sektor kehutanan.

Tags: SDG 17 SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 2 SDG 2 Tanpa Kelaparan SDG 3 SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Berita Lainnya

  • Dorong Kemandirian Anak Sindrom Down, FK-KMK UGM Bersama Kopi Kamu Gelar Pelatihan Keterampilan Edukatif–Produktif
  • Tingkatkan Self-Care Diabetes, FK-KMK UGM Kenalkan Aplikasi NusaCare Lewat Metabolic Mastery Class
  • Perkuat Perinatal Mental Health, FK-KMK UGM Bersama Dinkes Bantul Gelar Mini Seminar untuk Nakes Layanan Primer
  • Dorong Industri Rumahan Berbasis Inovasi, FK-KMK UGM Latih Ibu PKK Gunung Ketur Pemasaran Sabun Postbiotik “Kah-Yon”
  • Tingkatkan Layanan Inklusif, FK-KMK UGM Latih Nakes Komunikasi Bahasa Isyarat untuk Pasien Tuli di Kota Yogyakarta
Universitas Gadjah Mada

Kontak: (0274) 560300 ext 206

e-mail: pengabdian.fkkmk@ugm.ac.id

Instagram: pengabdianfkkmkugm

Alamat kantor: Gedung KPTU lantai 2, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY