Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh akselerasi nyata dalam menekan angka stunting nasional melalui penguatan kapasitas lini terdepan posyandu. Komitmen ini dibuktikan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026. Berlokasi di Kantor Kelurahan Selopamiro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Sutono, S.Kp., MSc., M.Kep selaku Tim Monev FK-KMK UGM untuk mengawal keberlanjutan program strategis yang diketuai oleh dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A. (K).
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Upaya Penanganan Kasus Stunting Di Wilayah Desa Selopamiro Imogiri Bantul Melalui Kolaborasi Lintas Sektor”. Fokus pemantauan tim monev tertuju pada komprehensifnya implementasi hibah di lapangan. Rangkaian kegiatan diawali dengan diseminasi materi teoritis terkait stunting yang menggunakan media buku ajar modul khusus, lalu dilanjutkan dengan sesi hands-on (praktik langsung) bagi para kader, pelaksanaan pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan fisik pada anak-anak stunting, hingga simulasi praktik lapangan para kader kepada sasaran secara langsung.
Pelaksanaan program ini berjalan dengan sukses dan mendapat respons yang luar biasa dari ekosistem kelurahan. Sebanyak 40 kader dari Kelurahan Selopamiro terlibat penuh dan sangat aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan deteksi klinis. Dari aspek pemberdayaan (empowering), program ini berhasil membangun support system yang kokoh berkat sinergi multiheliks yang harmonis antara tim pengabdi UGM, mitra pemerintah desa, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul melalui Puskesmas Imogiri 2. Ketepatan pemilihan wilayah sasaran dan besarnya dukungan lokal menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program ini.
Guna menjaga nafas keberlanjutan program (sustainability), tim pengabdi telah memetakan potensi pengembangan strategis untuk fase berikutnya. Langkah ke depan direncanakan akan bergeser pada intervensi hulu berupa peningkatan ketahanan pangan keluarga dengan menggandeng mitra dari sektor kehutanan (KH). Sebagai rencana tindak lanjut taktis terdekat pasca-monev lapangan ini, tim pelaksana bersama jajaran mitra akan menyelenggarakan agenda evaluasi berkala secara daring yang dijadwalkan melalui Zoom Meeting demi memantau perkembangan status gizi anak-anak sasaran secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 2 (Zero Hunger) melalui komitmen penuntasan malnutrisi dan pemutusan rantai stunting pada balita. Kedua, sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) karena menjamin akses pemeriksaan kesehatan fisik dan laboratorium anak di tingkat desa. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat kekuatan kemitraan lintas sektor antara institusi akademisi tinggi, puskesmas daerah, perangkat kelurahan, hingga sektor kehutanan.