Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh komitmennya dalam mewujudkan ruang inklusif dan kemandirian ekonomi bagi kelompok berkebutuhan khusus melalui pendekatan keluarga. Komitmen nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema khusus Human Sociopreneur yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026. Berlokasi di kedai Kopi Kamu, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Tim Monev FK-KMK UGM guna mengawal jalannya program strategis yang diketuai oleh dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D, Sp.KKLP.
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Pendekatan Keluarga (Family-Centered Approach) dalam Program Inklusif Promosi Kesehatan dan Human-Sociopreneur untuk Pemberdayaan Anak dengan Sindrom Down”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada penyelenggaraan latihan keterampilan fungsional berbasis aktivitas edukatif–produktif. Dalam kegiatan yang berkolaborasi langsung dengan pihak Kopi Kamu ini, para individu dengan Sindrom Down (ISD) dilatih membuat racikan Kopi Gula Aren dan minuman non-kopi, serta dipandu langsung tata cara menyajikannya kepada pelanggan. Seluruh variasi menu dirancang sangat praktis dan aman bagi penyintas, tanpa menggunakan air panas, api, maupun benda tajam.
Pelaksanaan agenda ini berjalan dengan penuh kehangatan dan antusiasme tinggi berkat sinergi yang kuat antara tim pengabdi, komunitas Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), serta mitra UMKM Kopi Kamu. Berdasarkan prinsip empowering (pemberdayaan), program ini berhasil membangun jejaring kolaborasi nyata untuk pengembangan kemandirian anak. Kopi Kamu secara konkret membuka kesempatan kerja serta ruang magang bagi penyandang disabilitas, termasuk individu dengan sindrom Down, sehingga memberikan modal rasa percaya diri dan keterampilan vokasional yang nyata.
Program tahun 2026 ini merupakan manifestasi keberlanjutan dari komitmen jangka panjang tim pengabdi. Berawal dari tahun 2024 yang berfokus pada kesehatan reproduksi dan perawatan ISD, lalu berlanjut di tahun 2025 dengan penguatan potensi orang tua dan komunitas, maka tahun 2026 ini melangkah ke tahap yang jauh lebih aplikatif dan berdampak ekonomi. Sebagai rencana tindak lanjut pasca-monev, kegiatan serupa akan terus diselenggarakan secara berkala melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan untuk memperluas kesadaran masyarakat serta memperkuat inklusi sosial di lingkungan umum.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui promosi kesehatan fisik, emosional, dan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Kedua, sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDG 10 (Reduced Inequalities) lewat pembukaan peluang kerja yang layak, inklusif, dan bebas diskriminasi bagi kelompok disabilitas. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat kekuatan sinergi kemitraan antara institusi akademisi (FK-KMK UGM), komunitas orang tua (POTADS), dan mitra bisnis lokal (Kopi Kamu).