Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh akselerasi transformasi digital layanan kesehatan berbasis komunitas melalui penguatan kapasitas garda terdepan posyandu. Komitmen nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026. Berlokasi di Puskesmas Depok 3 Sleman, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Ema Madyaningrum, S.Kep., NS., M.Kes., Ph.D. selaku Tim Monev FK-KMK UGM guna mengawal jalannya program strategis yang diketuai oleh dr. Ichlasul Amalia, MPH.
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Lansia dalam Literasi Kesehatan Digital dan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk Mendukung Akses Layanan Kesehatan Digital di Wilayah Kerja Puskesmas Depok 3 Sleman”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada penyelenggaraan “Workshop Kader Cerdas Digital” dengan topik utama Meningkatkan Literasi Digital dan Pemanfaatan AI dalam Pelayanan Kesehatan berbasis Komunitas. Pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan adopsi teknologi digital pada pelayanan geriatri dan pemantauan kesehatan lansia di tingkat akar rumput.
Pelaksanaan workshop ini berjalan dengan sangat interaktif dan diikuti oleh 33 kader kesehatan yang merupakan perwakilan dari setiap Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Depok 3 Sleman. Berdasarkan prinsip empowering (pemberdayaan), para kader dibekali pemahaman dasar navigasi aplikasi kesehatan digital hingga pengenalan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sederhana untuk membantu pencatatan dan edukasi kesehatan lansia. Keberhasilan pelaksanaan acara ini ditopang kuat oleh kolaborasi dan sinergi yang harmonis bersama pihak Puskesmas Depok 3 Sleman.
Dalam implementasinya, tim pengabdi mengidentifikasi tantangan berupa belum kuatnya integrasi sistem informasi kesehatan serta adanya variasi alur sistem antar-puskesmas di wilayah Sleman. Kondisi ini memerlukan upaya sinkronisasi sistem digital agar data lansia dapat terinteroperabilitas dengan baik. Sebagai rencana tindak lanjut taktis pasca-monev, tim pengabdi siap menggelar diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) untuk menggali kebutuhan riil serta merumuskan mekanisme transfer pengetahuan antar-kader melalui pendekatan co-design agar pemanfaatan AI dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui efisiensi pemantauan kesehatan dan peningkatan mutu hidup lansia berbasis layanan digital. Kedua, sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pemanfaatan inovasi teknologi kecerdasan artifisial bagi kader kesehatan komunitas. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat ketangguhan kemitraan antara institusi perguruan tinggi dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) daerah.