• Academic Portal
  • Library
  • IT Center
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pengabdian
FK-KMK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Tentang Kami
    • Visi dan Misi
    • Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat
    • Standar Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM
  • Pelaporan Kegiatan
  • Layanan
    • Permohonan Surat Tugas dan Sertifikat Kegiatan
    • Survei Evaluasi Mitra Abdimas
    • Bantuan Dana KKN-PPM
  • Download
    • Peraturan Rektor UGM Nomor 28 Tahun 2024: Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Materi Pelatihan/Sosialisasi Abdimas
    • Modul & Manuskrip Hasil Abdimas
    • Video Hasil Abdimas
    • Luaran Bantuan Dana KKN-PPM FK-KMK
    • Frequently Asked Question
    • PowerPoint Template Pengabdian Masyarakat
  • HPU
    • Health Promoting University
    • Layanan Klinik “SEHATI” – HPU FK-KMK UGM
  • JCOEMPH
  • INAHEALTH
  • Beranda
  • 2026
  • Lindungi Pengrajin Perak Kotagede, FK-KMK UGM Hadirkan Program “Jagadhita” untuk Skrining Alergi Okupasional Multidisiplin

Lindungi Pengrajin Perak Kotagede, FK-KMK UGM Hadirkan Program “Jagadhita” untuk Skrining Alergi Okupasional Multidisiplin

  • 2026, Berita, Kegiatan, Monev Damas Abdimas 2026
  • 29 Juli 2026, 13.37
  • Oleh: pengabdian.fkkmk
  • 0

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh komitmennya dalam memberikan perlindungan kesehatan kerja bagi kelompok pekerja sektor informal dan pelestari warisan budaya lokal. Komitmen nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026. Berlokasi di Balai RW 4 Basen, Kotagede, Yogyakarta, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Ema Madyaningrum, S.Kep., NS., M.Kes., Ph.D. selaku Tim Monev FK-KMK UGM guna mengawal jalannya program strategis yang diketuai oleh Dr. dr. Umi Solekhah Intansari, M.Kes., Sp.PK(K).

Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Jagadhita: Edukasi dan Deteksi Dini Alergi Okupasional pada Masyarakat Industri Kerajinan Perak Kotagede Berbasis Integrasi Kedokteran Multidisiplin”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada pelaksanaan rangkaian edukasi melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok mengenai konsep dasar alergi akibat pajanan bahan kimia/logam di tempat kerja, identifikasi faktor risiko lingkungan kerja perak, serta pelayanan pemeriksaan kesehatan komprehensif. Pemeriksaan tersebut mencakup skrining metabolik sederhana (kolesterol, gula darah, dan tekanan darah) hingga skrining spesifik multidisiplin yang meliputi organ kulit, THT, saraf, dan mata.

Pelaksanaan agenda layanan kesehatan terpadu ini berjalan dengan sangat lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat lokal. Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh para pengrajin perak serta didampingi oleh kader kesehatan wilayah Basen, Kotagede. Berdasarkan prinsip empowering (pemberdayaan), para kader kesehatan dilatih untuk mengenali gejala awal penyakit akibat kerja pada industri perak, sehingga mampu melanjutkan fungsi pengawasan kesehatan di lingkungan komunitasnya. Keberhasilan pelaksanaan intervensi klinis dan edukatif ini ditopang kuat oleh kerja sama yang solid antarberbagai departemen spesialis di lingkungan FK-KMK UGM.

Melalui pendekatan klinis yang holistik ini, para pengrajin tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik secara langsung, tetapi juga memperoleh pemahaman praktis mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD) dan manajemen higiene sanitasi kerja. Sebagai rencana tindak lanjut pasca-monev, tim pengabdi akan terus mendampingi para kader kesehatan lokal dalam melakukan pemantauan berkala terhadap status kesehatan para pengrajin perak serta menindaklanjuti rujukan klinis bagi peserta yang terindikasi mengalami alergi okupasional berat.

Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pencegahan penyakit akibat kerja dan peningkatan kesejahteraan fisik para pekerja informal. Kedua, sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) karena menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan kondusif bagi keberlanjutan industri kreatif perak tradisional. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat kekuatan sinergi lintas departemen kedokteran multidisiplin UGM bersama pemerintah daerah dan kader kesehatan masyarakat di akar rumput.

Tags: SDG 17 SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3 SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 8 SDG 8 Pekerjaan yang Layak

Berita Lainnya

  • Dorong Kemandirian Anak Sindrom Down, FK-KMK UGM Bersama Kopi Kamu Gelar Pelatihan Keterampilan Edukatif–Produktif
  • Tingkatkan Self-Care Diabetes, FK-KMK UGM Kenalkan Aplikasi NusaCare Lewat Metabolic Mastery Class
  • Perkuat Perinatal Mental Health, FK-KMK UGM Bersama Dinkes Bantul Gelar Mini Seminar untuk Nakes Layanan Primer
  • Dorong Industri Rumahan Berbasis Inovasi, FK-KMK UGM Latih Ibu PKK Gunung Ketur Pemasaran Sabun Postbiotik “Kah-Yon”
  • Tingkatkan Layanan Inklusif, FK-KMK UGM Latih Nakes Komunikasi Bahasa Isyarat untuk Pasien Tuli di Kota Yogyakarta
Universitas Gadjah Mada

Kontak: (0274) 560300 ext 206

e-mail: pengabdian.fkkmk@ugm.ac.id

Instagram: pengabdianfkkmkugm

Alamat kantor: Gedung KPTU lantai 2, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY