Pada Jumat (24/3) lalu, Health Promoting University (HPU) FK-KMK UGM telah menyelenggarakan kegiatan Mini Talkshow yang bertema “Edukasi Pembacaan Label Gizi” yang bersamaan dengan jalannya kegiatan Pemeriksaan Posbindu “SEHATI” yang rutin diadakan setiap bulannya kepada sivitas FK-KMK UGM. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi dan membiasakan sivitas FK-KMK dalam membaca label kemasan makanan dan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular secara mandiri dan berkesinambungan.
Kegiatan
Unit Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM telah menyelenggrakan Lokakarya Pengembangan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2023 selama dua hari yaitu 7-8 Februari 2023. Kegiatan ini diikuti oleh staf pendidik/dosen dari program studi/departemen di FK-KMK UGM. Tujuan dari lokakarya ini adalah meningkatkan pemahaman tentang Bagaimana membuat kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan sehingga dapat membentuk masyarakat yang mandiri.
Dr. dr. Sudadi Sp.An., KNA., KAR, selaku Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat memberikan sambutan sekaligus membuka acara ini.
Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban adalah hari di mana sebagian besar umat muslim melaksanakan ibadah Qurban. Dalam rangka pelaksanaan hari Raya Idul Adha 1443 H. FK-KMK UGM, Kalam Berqurban, dan Tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM mengadakan acara penyembelihan Qurban.
Ada beberapa susunan acara penyembelihan Qurban diantaranya adalah pembukaan oleh dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. Dalam sambutanya dr Hamim mengatakan, salah satu ciri UGM sebagai universitas kerakyatan yaitu kepada rakyat berprinsip mengakar kuat dan pendidikan tinggi, sowan untuk memberikan kontribusi dalam bentuk penyembelihan qurban.
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama RSA UGM mendorong semangat hidup sehat melalui acara bertajuk RSA UGM, Road to Campus. Acara yang diadakan Jumat kemarin (20/5) ini meliputi beragam kegiatan yaitu senam bersama, posbindu, dan talkshow kesehatan.
Acara diawali dengan senam sehat yang diikuti oleh jajaran dekanat FK-KMK UGM, mahasiswa program internasional dan regular, serta tenaga kependidikan. Usai senam, para peserta menghadiri posbindu yang terbagi menjadi lima meja, yaitu meja registrasi, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta meja konsultasi. Talkshow kesehatan yang diadakan di auditorium FK-KMK UGM memungkasi rangkaian kegiatan.
Pada bulan Maret lalu, telah terpilih sebanyak 66 proposal penerima Hibah Dana Masyarakat untuk Pengabdian Masyarakat. Enam puluh enam proposal ini terbagi menjadi 19 proposal skema reguler, 35 proposal skema terintegrasi, 7 proposal skema sociopreneur, dan 5 proposal skema klaster. Melalui pertemuan yang digelar daring pada Kamis (28/4), para penerima hibah diberikan sosialisasi ketentuan pelaksanaan pengabdian masyarakat beserta penjelasan sistem pembayaran berbasis e-wallet.
“FK-KMK sangat berkomitmen untuk mewujudkan pengabdian masyarakat yang berkesinambungan, sehingga bukan kegiatan yang bersifat hit and run, misal dulu hanya mengadakan bakti sosial dalam sehari. Pengabdian masyarakat sekarang mengacu pada definisi dari Roadmap Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM dan Dikti dimana pengabdian masyarakat ialah kegiatan terencana untuk membangun peradaban masyarakat secara berkesinambungan berbasis kepakaran individu atau sinergi dari lintas disiplin ilmu sehingga terbentuk masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” papar Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM.
Pada tahun 2022 ini, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali mengeluarkan bantuan dana bagi para mahasiswanya untuk memfasilitasi pelaksanaan KKN-PPM UGM. Ada total 225 juta dana dianggarkan bagi 45 unit KKN yang ingin mengoptimalkan kinerja program KKN-nya. Menyusul dibukanya skema bantuan dana ini, Unit Pengabdian FK-KMK UGM menyelenggarakan Sosialisasi Bantuan Dana KKN-PPM UGM pada Kamis, 24 Februari kemarin.
“Meningkatnya kasus COVID-19 bukan berarti kita harus menyurutkan kegiatan pengabdian. Justru di masa seperti ini kampus makin dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat melalui pengabdian. Dalam konteks ini, skema Hibah KKN-PPM UGM khusus dirancang agar mahasiswa yang menjalani program KKN terfasilitasi sehingga dapat menghasilkan program pengabdian yang unggul dan inovatif,” ujar dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., PhD., FRSPH. selaku Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM.
Rabu (2/3) lalu, Koordinasi Pengabdian kepada Masyarakat di Lingkup FK-KMK UGM telah digelar melalui platform Zoom. Acara ini dihadiri oleh koordinator pengabdian masyarakat di departemen/pusat kajian di lingkungan FK-KMK UGM.
Mengawali pertemuan pada siang itu, dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., PhD., FRSPH. (Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM) dalam sambutannya menuturkan bahwa memantau kegiatan pengabdian masyarakat dari segi jumlah, anggaran, dan luaran menjadi sulit karena mungkin tidak semua kegiatan terlaporkan. Adanya forum ini untuk menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih baik sehingga nantinya terwujud pengabdian masyarakat yang unggul dan inovatif.
Untuk mendorong terwujudnya kegiatan pengabdian masyarakat yang unggul dan inovatif, penawaran proposal Hibah Dana Masyarakat (Damas) untuk Pengabdian Masyarakat telah resmi dibuka pada 25 Januari lalu. Menyusul dibukanya tawaran hibah ini, Sosialisasi Hibah Damas digelar pada 2-3 Februari kemarin melalui platform daring.
Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH., dalam pertemuan tersebut menuturkan, “Saat ini kita masih di tengah-tengah pandemi, bahkan Indonesia sekarang ini sudah masuk gelombang ketiga. Justru dalam kondisi seperti ini, kampus semakin dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat. Kampus dituntut lebih berkontribusi terutama melalui pengabdian masyarakat.”
Unit Pengabdian FK-KMK UGM melakukan audiensi ke Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat pada Rabu lalu (26/01). Berlokasi di Gedung DPKM UGM, audiensi ini digelar guna menggiatkan kerjasama program pengabdian masyarakat yang lebih sinergis.
Dalam audiensi tersebut, dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH (Wakil Dekan Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat), Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes (Ketua Unit Pengabdian FK-KMK UGM), Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep. (Ketua Pokja Bencana UGM), apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid (Pokja Bencana UGM), dr. Puspita Laksmintari, Sp.KK. (Ketua Sobat FK-KMK UGM), dan anggota tim pengabdian FK-KMK UGM lainnya hadir secara langsung untuk menyampaikan program dan kinerja yang telah dilakukan selama pandemi COVID-19. Di hadapan Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. selaku Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM beserta jajarannya, Unit Pengabdian yang diwakili Dr. Supriyati mengawali paparannya tentang inisiasi Health Promoting University (HPU).
Temuan HDSS Sleman menunjukkan masih ada beberapa masyarakat yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Padahal, JKN merupakan komponen penting dalam mencapai Universal Health Coverage. Tim pengabdian masyarakat yang diketuai oleh dr. Firdaus Hafidz As Shidieq, MPH, Ph.D., mengusung penyuluhan dengan tajuk “Pentingnya Jaminan Kesehatan” kepada warga Umbulsari B, Sumberharjo, Prambanan pada 21 November lalu.
Data HDSS Sleman menunjukkan hanya 74% warga Prambanan yang memiliki asuransi kesehatan. Berangkat dari data ini, dr. Firdaus bersama HDSS Sleman menginisiasi program pengabdian masyarakat dengan judul “Mengapa Jaminan Kesehatan Penting?: Sosialisasi dan Pendampingan Program Jaminan Kesehatan Nasional untuk Mendukung Kesehatan Masyarakat di Wilayah HDSS Sleman, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan”.