Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui program Bakti Sosial di Desa Binaan, FK-KMK UGM menyalurkan bantuan alat pembuatan kompos kepada warga di Mushola Al-Mukminun, Patihombo, Girimulyo, Kabupaten Gunung Kidul pada Selasa (9/9/2025). Bantuan teknologi tepat guna ini diserahkan dengan tujuan mendorong masyarakat agar mampu mengelola limbah organik secara mandiri. Melalui program ini, warga dibekali keterampilan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga maupun kotoran ternak menjadi pupuk kompos yang berdaya guna.
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi, Sp.An., KNA., KAR. Dalam sambutannya, dr. Sudadi menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. Kegiatan ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh warga setempat. Mengingat mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani dan peternak kambing, keberadaan alat ini dinilai sangat relevan. Melimpahnya kotoran kambing yang selama ini belum teroptimalkan, kini memiliki peluang besar untuk diolah menjadi pupuk kompos berkualitas yang tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga menciptakan produk bernilai jual.
Program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh FK-KMK UGM ini dirancang secara komprehensif agar selaras dengan komitmen global Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi ekonomi dan lingkungan, kegiatan ini sangat mendukung pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga petani dari hasil penjualan kompos. Selain itu, program ini juga mengimplementasikan poin SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dalam membangun kemandirian desa.
Seluruh rangkaian aktivitas ini ditutup dengan keselarasan pada SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui penggunaan pupuk organik yang mampu menjaga kelestarian tanah. Melalui pendampingan yang berkelanjutan di desa binaan ini, FK-KMK UGM berharap dapat terus membersamai masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal demi kesejahteraan bersama di era modern.