Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh komitmennya dalam mewujudkan ekosistem kampus hijau (green campus) serta mendorong perilaku hidup ramah lingkungan di kalangan mahasiswa. Komitmen nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026. Berlokasi di Ratnaningsih Sendowo Residence UGM, agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Dr. dr. M. Nurhadi Rahman, Sp.OG, Sub.Sp.Urogin-RE selaku Tim Monev FK-KMK UGM guna mengawal jalannya program strategis yang diketuai oleh Dr. Annisa Utami Rauf, S.Pd.
Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Pengelolaan Limbah Kosmetik Berbasis Media Edukasi Terintegrasi untuk Mendorong Perilaku Ramah Lingkungan di Asrama Putri UGM”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada pelaksanaan agenda sosialisasi awal bersama para mitra dan pemangku kebijakan kampus di lingkungan asrama putri/residen UGM. Langkah pemetaan awal ini dirancang untuk menyelaraskan persepsi mengenai bahaya cemaran limbah kemasan maupun sisa bahan kimia kosmetik terhadap lingkungan asrama, sekaligus menyusun alur pengumpulan sampah kosmetik secara aman dan terstandardisasi.
Sebagai wujud aksi nyata dari intervensi lingkungan ini, program pengabdian akan menghadirkan luaran konkret berupa penyediaan fasilitas trash box khusus limbah kosmetik yang ditempatkan secara strategis di setiap gedung residen mahasiswi. Suksesnya pengadaan dan tata kelola teknis operasional penampungan limbah ini ditopang kuat oleh jalinan kerja sama lintas unit internal kampus, yaitu berkolaborasi dengan Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K5L) UGM serta Direktorat Aset UGM yang mengawal aspek pengangkutan dan pengolahan akhirnya.
Keberhasilan konsolidasi awal bersama pemangku kebijakan ini menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan program (sustainability). Sebagai rencana tindak lanjut strategis pasca-monev, tim pengabdi tengah menyiapkan agenda sosialisasi skala besar yang akan digelar bertepatan dengan momentum penyambutan mahasiswa baru (Open House) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM pada 17 Agustus 2026 mendatang. Lewat momentum tersebut, gerakan pilah limbah kosmetik diharapkan dapat menjangkau seluruh ribuan mahasiswi baru UGM sejak awal menapakkan kaki di dunia perkuliahan.
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengurangan timbulan limbah kimia/kemasan kosmetik serta penanganan sampah secara ramah lingkungan di lingkungan domisili mahasiswa. Kedua, sejalan dengan SDG 13 (Climate Action) melalui edukasi kesadaran ekologis guna menekan jejak karbon kawasan pemukiman kampus. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang dibuktikan lewat kekuatan sinergi intra-kampus antara akademisi FK-KMK, pengelola asrama, K5L UGM, dan Direktorat Aset UGM.