• Academic Portal
  • Library
  • IT Center
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Pengabdian
FK-KMK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Tentang Kami
    • Visi dan Misi
    • Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat
    • Standar Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM
  • Pelaporan Kegiatan
  • Layanan
    • Permohonan Surat Tugas dan Sertifikat Kegiatan
    • Survei Evaluasi Mitra Abdimas
    • Bantuan Dana KKN-PPM
  • Download
    • Peraturan Rektor UGM Nomor 28 Tahun 2024: Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Materi Pelatihan/Sosialisasi Abdimas
    • Modul & Manuskrip Hasil Abdimas
    • Video Hasil Abdimas
    • Luaran Bantuan Dana KKN-PPM FK-KMK
    • Frequently Asked Question
    • PowerPoint Template Pengabdian Masyarakat
  • HPU
    • Health Promoting University
    • Layanan Klinik “SEHATI” – HPU FK-KMK UGM
  • JCOEMPH
  • INAHEALTH
  • Beranda
  • 2026
  • Perkuat Ketahanan Bencana Desa, FK-KMK UGM Latih Kader Perempuan Gunungkidul lewat Program “SatuJantung”

Perkuat Ketahanan Bencana Desa, FK-KMK UGM Latih Kader Perempuan Gunungkidul lewat Program “SatuJantung”

  • 2026, Berita, Kegiatan, Monev Damas Abdimas 2026
  • 25 Juli 2026, 13.45
  • Oleh: pengabdian.fkkmk
  • 0

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkokoh komitmennya dalam membangun ketangguhan kesehatan serta kesiapsiagaan bencana berbasis pemberdayaan masyarakat di wilayah perdesaan. Komitmen nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Damas Abdimas dengan skema Terintegrasi yang berlangsung di Balai Dusun Kedungpoh Lor, Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, DIY pada Sabtu, 25 Juli 2026. Agenda peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Sutono, S.Kp., MSc., M.Kep selaku Tim Monev FK-KMK UGM guna mengawal jalannya program strategis yang diketuai oleh dr. Beta Ahlam Gizela, Sp.FM(K)., DFM.

Program pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar “Program SatuJantung dalam Pengembangan Tim Tanggap Terintegrasi berbasis Kepemimpinan Perempuan di Gunungkidul sebagai Basis Ketahanan Bencana dan Ketahanan Kesehatan Tingkat Desa”. Fokus pemantauan tim monev kali ini tertuju pada pelaksanaan kegiatan sesi ke-2, yaitu diseminasi materi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit zoonosis leptospirosis serta edukasi kesehatan jantung. Pemilihan topik ini sangat krusial mengingat kondisi geografis Gunungkidul yang membutuhkan kewaspadaan ekstra terhadap penyakit menular pascabencana serta penyakit tidak menular.

Pelaksanaan sesi ke-2 dari total 5 rangkaian kegiatan yang direncanakan ini berjalan dengan sangat interaktif dan diikuti secara proaktif oleh sekitar 20 kader dari Dusun Kedungpoh Lor serta padukuhan tetangga. Mengusung prinsip pemberdayaan (empowering) berbasis kepemimpinan perempuan, para kader perempuan ini disiapkan menjadi agen perubahan (agent of change). Pemerintah desa dan pengurus padukuhan memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program, terlebih karena wilayah Kedungpoh Lor belum pernah terjangkau oleh kegiatan pelatihan serupa sebelumnya.

Meskipun akses menuju lokasi tergolong cukup jauh—di mana tim monev tiba 45 menit lebih awal dari tim pengabdi—semangat kolaborasi di lapangan tetap terjaga dengan sangat baik. Sebagai rencana tindak lanjut pasca-monev, tim pengabdi akan melanjutkan penuntasan 3 sesi kegiatan tersisa yang telah dirancang secara terstruktur. Harapan besarnya, para kader perempuan yang telah dilatih mampu mentransfer serta menularkan pengetahuan dan keterampilan tanggap kesehatan-bencana ini kepada tetangga maupun warga di lingkungan sekitar demi mewujudkan desa yang mandiri dan tangguh.

Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) global. Pertama, program ini mendukung penuh SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penekanan angka kejadian leptospirosis dan peningkatan kesadaran kesehatan jantung masyarakat perdesaan. Kedua, sejalan dengan SDG 5 (Gender Equality) karena menempatkan kader perempuan sebagai pemimpin inti dalam tim tanggap darurat dan kesehatan desa. Terakhir, kegiatan ini merefleksikan esensi dari SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat pembentukan komunitas desa yang tangguh bencana melalui kemitraan erat antara institusi akademisi dan pemerintah kelurahan.

Tags: SDG 11 SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 3 SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 5 SDG 5 Kesetaraan Gender

Berita Lainnya

  • Gandeng K5L dan Direktorat Aset UGM, Dr. Annisa Inisiasi Pengelolaan Limbah Kosmetik di Asrama Putri
  • Perkuat Ketahanan Bencana Desa, FK-KMK UGM Latih Kader Perempuan Gunungkidul lewat Program “SatuJantung”
  • Lewat Program SANTUN SENJA, FK-KMK UGM Berdayakan Kader Lansia Tawangmangu Manfaatkan Temulawak
  • Melalui Program “Jogja-GATEKAN”, FK-KMK UGM Latih 92 Nakes Puskesmas se-DIY untuk Skrining Kesehatan Mata Anak
  • Perluas Ruang Ekspresi WBP, FK-KMK UGM Gulirkan Intervensi Berbasis Seni di Lapas II A Wirogunan
Universitas Gadjah Mada

Kontak: (0274) 560300 ext 206

e-mail: pengabdian.fkkmk@ugm.ac.id

Instagram: pengabdianfkkmkugm

Alamat kantor: Gedung KPTU lantai 2, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY